Jumat, 18 Maret 2011

restorasi kawasan

panduan singkat tentang pemugaran kawasan

1.Rencana Peruntukan
2.Tata Bangunan
3.Ruang Terbuka / Open Space
4. Rencana Sirkulasi
5. Sistem Parkir
6. Aktivitas yang mendukung

Tata Bangunan
 Tata Bangunan kawasan perencanaan berdasarkan pertimbangan sebagai berikut :
1. Intensitas Bangunan, berkaitan erat dengan penggunaan lahan dan kepadatan bangunan.
2. Penampilan Bangunan, berkaitan erat dengan pembentukan wajah kota.
3. Bangunan Pemugaran merupakan bangunan yang memiliki signifikansi yang kuat, baik yang
    telah dikeluarkan aspek legal untuk mendapat perlindungan maupun yang baru dalam usulan.


Ruang Terbuka Hijau
Ruang terbuka adalah ruang di antara bangunan-bangunan yang mudah dicapai baik secara
fisik maupun secara visual, berupa :

1.ruang terbuka hijau, seperti taman atau lapangan berumput
2. ruang terbuka dengan perkerasan, seperti tempat parkir dan pedestrian
3.  ruang terbuka dengan perkerasan yang dilengkapi dengan tata hijau, seperti plaza







Ruang Terbuka Hijau



Dikategorikan dari 2 (dua) sudut pandang, yaitu :
1. Public Domai
1. Private Domain


Rencana Sirkulasi

Menyangkut sistem jaringan jalan untuk sirkulasi kendaraan baik satu arah maupun
dua arah serta sistem sirkulasi pejalan baik berupa trotoar (sidewalk), arkade (arcade)
atau lorong yang menembus bangunan (pastage).


Sistem Parkir
Menyangkut pola serta distribusi fasilitas parkir baik berupa parkir di badan jalan(on-street parking), lapangan parkir (parking ground), gedung parkir (parking
building) maupun parkir di ruang bawah tanah (basement parking).


AKTIVITAS
Menyangkut aktivitas yang dominan dalam kawasan perencanaan pemugaran diselaraskan dengan rencana peruntukan dan arah kegiatan pemugaran dalam kawasan
Panduan Pemugaran
  1. Bangunansosok (bulk)
  2. selubung (envelope)
  3. Elemen fasade
  4. Pengunaan warna dan material
Sosok ( Bulk ) Bangunan
Meliputi :
  1.  Atap, yaitu macam-macam bentuk atap baik pelana, limasan maupun atap datar, kemiringan, keberadaan bukaan atap dan variasinya
  1. Arah nok terhadap jalan utama baik yang sejajar, tegak lurus, ataupun variasinya
  2. Badan bangunan dan ketinggianny
  3. Garis keseimbangan atau pola simetri dari tampak bangunan










Selubung ( Envelope ) Bangunan
􀂄 Perlakuan terhadap bangunan serta variasi
elemen yang mempengaruhi badan bangunan
tersebut, seperti selubung bangunan masif
atau berongga, adanya irama bukaan jendela,
adanya ornamen
􀂄 Permukaan badan bangunan baik rata
maupun berteksture, seperti adanya
tambahan teritisan, balkon, arkade
􀂄 Perletakan papan nama (signage) baik tempat
perletakannya, arah terhadap jalan (view)
maupun bentuknya





























konservasi rumah batak


Konservasi arsitektur batak
Konservasi arsitektur batak secara langsung dapat ditujukan terhadap arsitektur bangunan ritual, adat seperti rumah batak. Rumah batak merupakan karya arsitektur yang sangat memberikan inspirasi terhadap desiagn, kontestual bangunn, serta pilosovi bangunan.
Rumah batak toba sudah mulai hilang.....?????
                Mengapa orang batak cenderung meninggalakan rumah peninggalan nenek moyang mereka, bahakn pada pemukiman atau perkampungan batak rumah btak ini cenderung tidak dirawat dan tidak ditempati. Apa yang terjadi apa bila secara terus menerus masyarakat batak selalu berorientasi terhadap banguan semi permanen sebagai serapan dari arsitektur modern. Mengapaa tidak ada usaha untuk tetapa melestarikan peninggalan budaya itu.
                Orang batak maupun orang indonesia terlebih arsitektur cenderung mengikuti arsitektur modern, internasional style yang bersumber dari benua eropa, negara maju. Dilain pihal, mereka tidak melihat kelebiahan arsitektur warisan budaya nenek moyang yang diikat dengan filosofi design secara alami dan imajinasi yang tinggi. Rumah batak hanya satu contoh dari ribuan warisan  budaya nenek moyang  indonesia, yang sengaja saya tulis tentang keadaanya yang sudah hampir punah, punah dalam artian tidak ada lagi arsitektur rumah yang belajar dari design rumah tersebut padahal banyak kelebihan arsitektur rumah itu.
Sehingga sangatlah penting untuk tetap menjaga exixstensi arsitektur khas batak tersebut, atatau dengan kata lain harus dikonservasi, ada hal pertimbangan untuk mengkonservasi arsitektur tersebut
1.       Estetika                                : ukiran has yang disebut gorga, bentuk atap, permainan struktur dengan                               teknologi tradisional,seperti mengikat dengan rotan,
2.       Kelangkaan         : perlahan-lahan rumah batak sudah tidak sudah hilang dan tidak menjadi                            bagian buaday yang mendasar pada maidset orang batak secara perlahan -                        lahan
3.       Keistimewaan: rumah batak sudah mengadopsi sistem konstruksi yang mengilhami                                        konstruksi modern, memilki arsitektur matematis yang sudah tersirat dalam                             banguanan.
4.       Peranan Sejarah : menjadi nilai histori pola perubahan dan peradaban masyarakat batak
5.       Memperkuat Kawasan : menjadikan rumah batak sebagai icon arsitektur tradisional, menjadi                     kekuatan sebuah tempat didaerah batak terlebih tapanuli supaya tetap                                    menjaga kelestarian rumah batak. Sera menjadi daya tarik kawasan untuk                                 menunjang pertumbuhan pariwisata.

Senin, 14 Maret 2011

peran arsitek dalam konsevasi dan restorasi bangunan

  1. Memberi masukan kepada Pemda mengenai kawasan-kawasan
    atau bangunan yang perlu dilestarikan dari segi arsitektur.
  2. Membantu Pemda dalam menyusun Rencana Tata Ruang untuk
    keperluan pengembangan kawasan yang dilindungi (Urban
    Design Guidelines)
  3. Membantu Pemda dalam menentukan fungsi atau penggunaan
    baru bangunan-bangunan bersejarah atau bernilai arsitektural
    tinggi yang fungsinya sudah tidak sesuai lagi (misalnya bekas
    pabrik atau gudang) serta mengusulkan bentuk konservasi
    arsitekturalnya.
  4. Memberikan contoh-contoh keberhasilan proyek pemugaran
    yang dapat menumbuhkan keyakinan pengembang bahwa
    dengan mempertahankan identitas kawasan/bangunan
    bersejarah, pengembangan akan lebih memberikan daya tarik
    yang pada gilirannya akan lebih mendatangkan keuntungan
    finansial