Tulisan ini bermaksud untuk memberikan pemahaman mengenai konservasi baik dari sisi arsitektur maupun perkotaan, dan beberapa masalah yang harus dihadapi dalam pelaksanaannya dengan melihat beberapa kasus di negara lain. Hal ini diperlukan, karena pemahaman pengertian konservasi baik dalam tataran konsep maupun pelaksanaan di lapangan masih dihadapkan dengan kendala dan permasalahan yang begitu luas. Dengan demikian, dalam menentukan masa depan sebuah kawasan bersejarah perlu pemahaman historis dan arsitekturalnya, sehingga makna kultural yang berupa: nilai keindahan, sejarah, keilmuan, atau nilai sosial untuk generasi lampau, masa kini, dan masa mendatang akan dapat terpelihara. Agar kebijakan dan strategi konservasi dalam arsitektur dan perkotaan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, maka perlu adanya kerjasama dengan pemerintah kota, pemerhati konservasi, lembaga swadaya masyarakat, akademisi, pengusaha, pemilik bangunan kuno-bersejarah, dan pengelola benda cagar budaya.
DASAR - DASAR
PRESERVASI & KONSERVASI
KRITERIA KONSERVASI
1. Estetika
2. Kejamakan
3. Kelangkaan
4. Keistimewaan
5. Peranan Sejarah
6. Memperkuat Kawasan
THE CONSERVATION PLAN
I. Stating Cultural Significant
II. Conservation Policy
Stating Cultural Significant
Suatu Upaya pemahaman makna kultural
terhadap suatu obyek konservasi, melalui
kriteria penilaian :
Nilai estetika, historis, sosial dan imiah
Kemampuan demonstratif, hubungan
asosiasional, menyangkut kualitas formal dan
estetis.
Conservation Policy
Suatu Langkah Kebijakan di dalam
mengumpulkan informasi tentang nilainilai
untuk dipertahankan, bagi
kebijaksanaan pengembangan
menyusun strategi dan implementasi
kebijaksanaan konservasi
MOTIVASI KONSERVASI
A. Motivasi Budaya
B. Motivasi Estetika
C. Motivasi Ekonomi
D. Motivasi Simbolis
PRINSIP-PRINSIP KONSERVASI
1. Tidak mengubah bukti-bukti sejarah
2. Menangkap kembali makna kultural dari
suatu tempat atau bangunan
3. Suatu bangunan atau suatu hasil karya
bersejarah harus tetap berada pada lokasi
historisnya
4. Menjaga terpeliharanya latar visual yang
cocok, seperti bentuk, skala, warna, teksture,
serta bahan materialnya
MOTIVASI KONSERVASI
A. Motivasi Budaya
B. Motivasi Estetika
C. Motivasi Ekonomi
D. Motivasi Simbolis
PRINSIP-PRINSIP KONSERVASI
1. Tidak mengubah bukti-bukti sejarah
2. Menangkap kembali makna kultural dari
suatu tempat atau bangunan
3. Suatu bangunan atau suatu hasil karya
bersejarah harus tetap berada pada lokasi
historisnya
4. Menjaga terpeliharanya latar visual yang
cocok, seperti bentuk, skala, warna, teksture,
serta bahan materialnya
PROSES RENCANA
KONSERVASI
Tahap 1 : Inventarisasi / pengumpulan Data
Tahap 2 : Penyusunan / pengolahan data dan
Analisa
Tahap 3 : Pengkajian Makna Kultural
Tahap 4 : Penentuan Prioritas dan Peringkat
Tahap 5 : Merumuskan kebijakan & strategi
konservasi
Tahap 6 : Perencanaan Program
Tahap 7 : Pembiayaan dan Pelaksanaan
DASAR - DASAR
PRESERVASI & KONSERVASI
KRITERIA KONSERVASI
1. Estetika
2. Kejamakan
3. Kelangkaan
4. Keistimewaan
5. Peranan Sejarah
6. Memperkuat Kawasan
THE CONSERVATION PLAN
I. Stating Cultural Significant
II. Conservation Policy
Stating Cultural Significant
Suatu Upaya pemahaman makna kultural
terhadap suatu obyek konservasi, melalui
kriteria penilaian :
Nilai estetika, historis, sosial dan imiah
Kemampuan demonstratif, hubungan
asosiasional, menyangkut kualitas formal dan
estetis.
Conservation Policy
Suatu Langkah Kebijakan di dalam
mengumpulkan informasi tentang nilainilai
untuk dipertahankan, bagi
kebijaksanaan pengembangan
menyusun strategi dan implementasi
kebijaksanaan konservasi
MOTIVASI KONSERVASI
A. Motivasi Budaya
B. Motivasi Estetika
C. Motivasi Ekonomi
D. Motivasi Simbolis
PRINSIP-PRINSIP KONSERVASI
1. Tidak mengubah bukti-bukti sejarah
2. Menangkap kembali makna kultural dari
suatu tempat atau bangunan
3. Suatu bangunan atau suatu hasil karya
bersejarah harus tetap berada pada lokasi
historisnya
4. Menjaga terpeliharanya latar visual yang
cocok, seperti bentuk, skala, warna, teksture,
serta bahan materialnya
MOTIVASI KONSERVASI
A. Motivasi Budaya
B. Motivasi Estetika
C. Motivasi Ekonomi
D. Motivasi Simbolis
PRINSIP-PRINSIP KONSERVASI
1. Tidak mengubah bukti-bukti sejarah
2. Menangkap kembali makna kultural dari
suatu tempat atau bangunan
3. Suatu bangunan atau suatu hasil karya
bersejarah harus tetap berada pada lokasi
historisnya
4. Menjaga terpeliharanya latar visual yang
cocok, seperti bentuk, skala, warna, teksture,
serta bahan materialnya
PROSES RENCANA
KONSERVASI
Tahap 1 : Inventarisasi / pengumpulan Data
Tahap 2 : Penyusunan / pengolahan data dan
Analisa
Tahap 3 : Pengkajian Makna Kultural
Tahap 4 : Penentuan Prioritas dan Peringkat
Tahap 5 : Merumuskan kebijakan & strategi
konservasi
Tahap 6 : Perencanaan Program
Tahap 7 : Pembiayaan dan Pelaksanaan
copas ya ? untuk peluasan pengetahuan :)
BalasHapus